Trilogi Cinta Zafran

Di Balik Tembok Cinta Berlin mengisahkan perjalanan Ibrahim Zafran, seorang mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Berlin dan menjalani hari-harinya dalam kesunyian kota yang asing. Pertemuannya dengan Sarah perlahan mengubah hidupnya. Dari secangkir kopi, ruang perpustakaan, salju musim dingin, hingga jejak sejarah Tembok Berlin, tumbuh sebuah kedekatan yang sederhana namun semakin dalam. Namun, di antara keduanya berdiri sebuah tembok yang tidak terlihat: perbedaan keyakinan. Novel ini menghadirkan kisah tentang cinta, iman, persahabatan, perjuangan, dan pilihan hidup. Sebuah perjalanan emosional tentang manusia yang belajar memahami bahwa tidak semua cinta harus dimiliki, dan terkadang mencintai justru membawa seseorang kembali mempertanyakan hubungannya dengan Tuhan.